Jangan bersedih

La tahzan innallaha ma’ana. Begitulah rasulullah menghibur sahabatnya abu bakar ketika dalam persembunyian di gua tsur saat hijrah. Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Ini ayat penghiburan untukku, siapalah seorang nunung di banding sahabat mulia abu bakar. Kondisi dan situasi yang berbeda,  harus berusaha kuat di depan semua orang terutama staff, menahan emosi agar tidak meluap, menghapus airmata yang turun diam diam.
Mungkin terlihat sepele ketika seorang akhwat harus mengalami hal hal tersebut, bisa jadi orang menganggap nya terlalu cengeng tapi begitulah Allah ciptakan wanita dengan perasaan yang mendominasi.
Rabb, Engkau memberi aku masalah agar bisa menjadi orang yang lebih kuat bahkan ketika aku merasa tidak satupun orang yang mendukung, Engkau berikan masalah yang lebih keras.
Berharap besok masih kuat menghapus airmata di sudut ruangan, tetap tersenyum lebar untuk taat. Besok harus menguatkan langkah dan jiwa, menyemai kebaikan pada semua.
Yaa Rabb… Aku sedang membaca ayat ayatMu, belajar menjadikan Al Qur’an sebagai akhlak, mencari makna dari setiap takdir yang Engkau berikan.
19 October 2015
22.40 malam
La tahzan, innallaha ma’ana

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s