urutan mengajar

Bagian pertama di dalam buku Ar Rasul Al Muallim karya Abd. Al Fattah Abu Ghuddah dijelaskan beberapa nash Al-Qur’an yang menyatakan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam sebagai seorang guru. Salah satu ayatnya ada di dalam Q.S Al-Jumu’ah ayat 2.

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الأمِّيِّينَ رَسُولا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ (٢)

“Dialah Tuhan yang telah mengutus kepada kaum ummy ( buta huruf) seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayat –Nya kepada mereka, ( berjuang) mensucikan mereka, serta mengajarkan mereka kitab dan hikmah. Sesungguhnya mereka ( sebelum diutusnya Muhammad) adalah benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata”

Ayat ini oleh para ahli ilmu di bahas secara beragam. Contoh pembahasannya adalah, saat ayat ini dimulai dengan kalimat “mengutus kepada kaum ummy (buta huruf) seorang rasul dari kalangan mereka sendiri” tafsir ibnu katsir mengatakan bahwa ayat ini merupakan ijabah dari Allah Subhanahuwata’ala terhadap Ibrahim alaihisalam ketika dia berdo’a untuk penduduk Mekkah semoga Allah Subhanahuwata’ala mengutus diantara mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Al-Kitab dan Al Hikmah.

Doa Ibrahim alaihisalam menjadi kenyataan dan ada dalam catatan sejarah. Sosok orang yang didoakan Ibrahim alaihisalamadalah Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam. Inilah kenapa Abd. Al Fattah Abu Ghuddah mencantumkan Q.S Al-Jumuah ayat 2 sebagai nash yang menyatakan bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam sebagai seorang guru ( pengajar ) pada kaumnya yang buta huruf zaman itu.

Wahai Guru, cobalah perhatikan…

Tugas Rasul itu sekarang berada di engkau para guru.

Karena rasul adalah guru

Wahai guru, cobalah tadabburi…

Ada 4 urutan mengajar untukmu di dalam ayat tersebut.

Karena mengajar membutuhkan urutan.

Membacakan ayat-ayat-Nya, mensucikan mereka, mengajarkan Al Kitab dan mengajarkan Al Hikmah. Ini adalah 4 urutan dari tadabbur ayat di atas yang bisa dijadikan urutan mengajar untuk para guru.

Mungkin kita menemui kesulitan pada peserta didik saat mengajarkan Al-Qur’an. Peserta didik tidak semangat dalam menghafal, peserta didik jenuh saat membaca Al-Qur’an, peserta didik belum tertarik jika ada pelajaran Al-Qur’an. Bisa jadi hati mereka belum disucikan. Membacakan ayat (talaqqi) dan mensucikan hati peserta didik adalah urutan awal sebelum pengajaran Al-Kitab ( Al Qur’an) dan Al-Hikmah ( Hadits).

Contoh membersihkan hati peserta didik dengan mengkaitkan seluruh ciptaan Allah subhanahuwata’ala dengan ayat – ayat Allah. Hadirkan keimanan mereka akan beradaan Allah subhanahuwata’ala. Aktifitas peserta didik saat berpergian, menikmati makanan, menghirup udara, bermain hujan-hujanan dan segala macam aktifitas senantiasa digandeng akan keberadaan Allah Subhanahuwata’ala. Insya Allah, dengan sendirinya hati peserta didik akan jernih dan siap menerima pembelajaran Al-Qur’an dan Al Hadits.

Melakukan dua urutan pertama ( membacakan ayat dan mensucikan jiwa) dengan sesering mungkin akan memudahkan para guru melakukan dua urutan berikutnya ( mengajarkan Al Kitab dan mengajarkan Al Hadits (hikmah)).

Guru, mari kita lakukan

4 urutan pengajaran

Semoga Allah memberikan kemudahan

Melahirkan generasi peradaban.

Wallahu’alam…

Waalid Ilham

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s