KOMITMEN DENGAN AL QUR’AN

​*KOMITMEN DENGAN ALQURAN*
Oleh :

_*Ustadz Abdul Aziz Abdul Rauf, Lc., Al Hafizh.*_
πŸ’‘ *Jangan ada* dalam pikiran kita bahwa Al Quran adalah penghalang aktifitas kita 
πŸ’‘ *Jangan malas* menghafal Quran karena usia 
πŸ’‘ Lihat Surah Az-Zumar:23  tentang *manhaj interaksi* dengan Al Quran yang benar 
πŸ’‘ *Luaskanlah hati* kita untuk menerima Al Quran , yaitu senang ketika membacanya , bahkan baru membayangkan membaca Al Quran, ia sudah merasa senang.
Ψ§Ω„Ω‚Ψ±Ψ§Ω† Ω…Ψ£Ψ―ΩˆΨ¨Ψ© Ψ§Ω„Ω„Ω‘Ω°Ω‡
_*”Al Quran adalah hidangan Allah “*_
πŸ’‘ Tidak akan bisa berinteraksi dengan Al Quran *kecuali mereka yang berusaha membersihkan hatinya* 
πŸ’‘ *Jangan duakan Al Quran*, yaitu membaca Al Quran sambil melihat gadget 
πŸ’‘ Berinteraksi dengan Al Quran yang benar adalah *meyakininya* bahwa membacanya mendatangkan keutamaan 
πŸ’‘ Manusia yang bersama Al Quran hampir hampir *menandingi kenabian*, hanya wahyu tidak diturunkan kepada nya (Alhadist)
:idea:Berinteraksi dengan Al Quran adalah *terus membacanya* setiap hari 
:idea:Jangan karena sudah membaca Al Quran 10 juz hari itu, lalu tidak membaca di 

hari yang lain, karena 10 juz itu jatah hari tersebut dan hari yang lain mempunyai jatah juga 
:idea:Waktu membaca Al Quran itu *harus definitif*, jika kita menunggu waktu kosong untuk membaca Al Quran, maka kita tidak akan mendapatkannya 
πŸ’‘ *Adukanlah* surat surat yang sulit kita hafal, kepada Allah, maka *Allah akan memudahkannya*  
πŸ’‘ Al Quran adalah ahsanal hadist ( *perkataan terbaik* ), hadist nabi _shallallahu’alayhi wasallam_ tingkatannya hanya hasan, sedangkan perkataan yang lainnya di bawah itu 
:idea:Kita sering takjub dengan ciptaanNya, namun kita _*jarang takjub*_ dengan perkataan-Nya 
:idea:Siapa yang *sering berhubungan* dengan perkataan yang terbaik, maka ia akan menjadi manusia yang terbaik 
 :idea:Al Quran itu *mudah di hafal* karena banyak kata yang sama dan di ulang 
Kalau kita sudah hafal “fa bi ayyi ala i rabbikuma tukadziban” dalam surah arrahhman, maka ayat yang lain dimana redaksinya sama itu sudah hafal secara otomatis 
Berinteraksi dengan Al Quran itu harus *berulang ulang* 
πŸ’‘ Orang yang membaca seratus kali sebuah surah, dan ia belum hafal, maka ia *tetap mulia*, dibandingkan orang yang hanya membaca tiga kali lalu langsung hafal , karena tujuannya adalah *berulang ulang bersama Al Quran* bukan hanya sekedar mendemostrasikan kekuatan hafalannya 
:idea:Siapa yang sudah hafal juz 30, maka ia sudah *punya hidayah* untuk menghafal juz 29, dan seterusnya 
πŸ’‘ *Mungkinkah* rizqi kita berkurang, karir kita menurun ketika bersama Allah dengan berinteraksi melalui firmanNya ? 
:idea:Tidaklah kita jauh dengan Al Quran *kecuali* ketika itu kita jauh dengan Allah 
πŸ’‘ Jangan *menolak kebaikan* untuk mempertahankan kebaikan yang lain 
πŸ’‘ Jangan *membenturkan satu amalan* dengan amalan yang lain, karena manusia itu *mampu* melakukan berbagai macam aktivitas dalam satu waktu 
πŸ’‘ Siapa yang *lelah untuk Allah* di dunia ini maka Allah akan *mencukupkan lelahnya* di akhirat 
πŸ’‘ Siapa yang tidak mau *lelah di dunia untuk taat kepada Allah*, maka ia *akan merasakan lelah* di akhirat.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s