Untukmu yang kehilangan semangat bersama Al Qur’an

​*Untukmu yang kehilangan semangat bersama Al-Quran*.
Kalau saja diantara kita ada yang pernah menghabiskan waktunya untuk Al-Quran, (sampai jatah tidur hanya tersisa 2 jam seperti yang banyak dilakukan orang shalih), misalnya sekali saja dalam hidup kita –> dari 24 jam, 22 jam-nya digunakan untuk Al-Quran (tilawah, muroja’ah, menghafal, tadabbur); maka itu akan terasa belum ada apa-apanya.

Bahkan, jika hal tersebut kita lakukan sebulan sekali, sepuluh hari sekali, sepekan sekali, juga belum ada apa-apanya.
KENAPA?

Karena tiket-tiket ke Surga  sangat banyak bentuk dan ragamnya yang belum kita miliki.

Maka bisa dibayangkan, bagaimana kalau kita  tidak bisa 22 jam, atau tidak bisa juga kurang dari itu; misalkan 12 jam, 6 jam, atau 3 jam juga tidak bisa, maka bagaimana mungkin Allah menyayangi kita, memperhatikan kita, apalagi mempersilahkan kita masuk ke surga.

Karena hakikatnya, waktu ini milik Allah Swt yang dititipkan kepada kita.

Mengapa tidak kita gunakan untuk mendekatkan diri kepada-Nya?
Jadi apa yang bisa kita andalkan untuk bisa menikmati surga Allah Swt?

Sehingga jika kita terlalu capek kapan nempelnya, lupa terus dan segala kelelahannya; maka fokuslah pada yang penting bisa berusaha menjadikan waktu saya, jika 22 jam tidak bisa, maka 1/2,1/4 atau 1/8 nya dari 24 jam, agar Allah melihat kita sebagai orang yang serius.

Sehingga kita menjadi manusia yang disebut Allah di Q.S. Al-Ahzab: 35.

 ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟْﻘَﺎﻧِﺘِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻘَﺎﻧِﺘَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﺩِﻗِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﺩِﻗَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮِﻳﻦَ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺷِﻌِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺷِﻌَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟْﻤُﺘَﺼَﺪِّﻗِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺘَﺼَﺪِّﻗَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﺋِﻤِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﺋِﻤَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟْﺤَﺎﻓِﻆِﻴﻦَ ﻓُﺮُﻭﺟَﻬُﻢْ ﻭَﺍﻟْﺤَﺎﻓِﻆَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟﺬَّﺍﻛِﺮِﻳﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻭَﺍﻟﺬَّﺍﻛِﺮَﺍﺕِ ﺃَﻋَﺪَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻬُﻢْ ﻣَﻐْﻔِﺮَﺓً ﻭَﺃَﺟْﺮًﺍ ﻋَﻆِﻴﻤًﺎ
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
Bahkan tidak apa-apa kita memikirkan, kapan kita ‘Itqan’ di juz ini. Selama kita betul-betul fokus, di hari ini berapa jam kita bisa fokus terhadap Al-Quran?

Seterusnya kita harus sedih ketika hari ini 24 jam yang Allah berikan kepada kita, efektifnya hanya 1 jam, yang 23 jam-nya ‘Wallahu a’lam’.

Seharusnya itu yang lebih kita sedihkan, ketika lebih banyak yang ‘tidak bersama’ Allah-nya.

Mushibatuddiin , jika semua sarana dan tempat yang mendukung, tetapi tidak bisa membuat kita dekat dengan Al-Quran; alangkah ruginya.

 Bagaimana seorang muslim, tidak merindukan kebersamaan bersama Allah?

Aslinya seorang muslim luar biasa indahnya saat bersama Allah.
*Bagi yang kehilangan semangat bersama Al-Quran*:
1. Perbaiki hubungan dengan Allah.

Perbanyak istighfar dan *mengalah-lah* untuk Allah.

**saat jam 2-3 malam masih ngantuk, saya ngalah ->bangun ->Labbaik Yaa Rabb.

Tidak ada orang yang ngalah kepada Allah, yang membuat dia jatuh dalam kerugian.

** Kisah Nabi Sulaiman di Q.S. Shad: 31-36.

Ngalahnya terhadap kendaraan yang melalaikannya dr shalat ashar. Demi mengutamakan Allah lebih tidak punya kendaraan yang mewah.

Karena Tidaklah kita mengalah untuk Allah, kecuali Allah akan memberikan yang lebih besar dari yang kita kalahkan.

Diri kita tidak akan teruntungkan jika kita turuti terus, tidak akan bermanfaat bagi diri dan orang lain.
Bisa jadi di hari-hari tertentu kalah, maka seimbangkan di pagi/siang –>memperbanyak tilawah di jam produktif.

Bagaimana mungkin kita akan menikmati Al-Quran, kalau shalat sunnah, qiyam, dzikirnya sedikit. Karena yang kita baca Kalamullah.

Kalau hubungan kita tidak atas dasar cinta, membayangkan saja kegiatan bersama Al-Quran sudah melelahkan.
2. Betapapun, sudah 22 jam bersama al-Quran, itu belum ada apa-apanya.

Kenapa?

Karena target-target yang diinginkan  oleh Allah dari diri kita, masih sangat banyak yang belum terealisasi.

22 jam ->evaluasi ->bagaimana penilaian Allah terhadap kualitas diri kita terhadap ayat-ayat, di antaranya:

-Q.S. 23/1; menjadi orang yang khusyu’ dalam shalatnya

-Q.S. 9/41; berangkatlah kamu baik dgn rasa ringan atau berat…

QS : 9 : 111, 112 ; menjadi mujahid mengangkat senjata di jalan Allah
*Maka berinteraksilah dengan Al-Quran lebih didasari kepada*:

– Iman

– Birrul Walidain (  berinteraksilah dengan Alquran dalam rangka membahagiakan orang tua di dunia dan akhirat)

– Khidmatul Muslimin ( sibuk dg Alquran sebagai persiapan melayani ummat)

Jadi janganlah berbagai macam kekurangan-kekurangan kita dalam beramal salih, kita  tambah dan perbesar serta  perparah dengan minimnya kita dalam berinterkasi dg Alquran. Baik tilawah, tahfidz, murojaah dlsb. Jangan sampai Allah melihat hal2 positif dari diri kita dgn jumlah  jam yang sedikit.

Berdoalah lebih serius lagi kepada Allah, untuk menjadikan diri kita sangat mudah dalam menjadi hamba-hamba-Nya yang selalu mengalah untuk Allah.
Wallahu a’lam bishshowab.
Arahan ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf Lc Al-Hafizh

Masjid Markaz Al-Quran Jakarta

28 november 2016

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s