Hafidzah itu proyek seumur hidup !

​”Hafidzah itu proyek hidup!” 
Bentakku dalam hati pada diri sendiri. Tatkala menyelesaikan setoran namun lisan terbata tak lancar-lancar. Ditegur Hoca (dosen) sebab ayat-ayat lupa kurang diulang ulang akhirnya diayat yg sama berputar-putar. 

Teringat Syaikh Sudais yg sempat lupa satu ayat, jiwaku kembali bangkit bahwa tiada yg sempurna melainkan perjuangan penuh pengorbanan.
 “Hafidzah itu proyek hidup!”

Ku katakan, ketika sahabat futur, tak mau lanjutkan hafalan. Katanya, sering mandeg dan tak ada waktu tuk menambah dan ulang hafalan. Bukankah sebenarnya kita yg sering cari alasan? Alasan alasan tak jumpa Al quran, lalu hanya gunakan waktu sisaan tuk bercengkrama dengannya penuh ketenangan? Layakkah kita memberikan waktu sisa utk Quran? 
“Hafidzah itu proyek hidup! ” 

ku semangati sahabat, ketika tak kunjung kuat hafalan namun usia terus berputar penghabisan. Hafalan itu kita perjuangkan seumur hidup, kita ulang seumur waktu, kita tanam sedalam qalbu. Bukan sehari hafal, atau sebulan hafal, setahun hafal. Tapi kita ulang ulang, bahkan tiada berkehabisan. 
“Hafidzah itu proyek hidup!”

Ada org yg setahun hafal, dua tahun hafal bahkan 30 hari hafal. Tapi bukan cepat atau waktu hafal, hafidz/ah adalah ttg kau menjaganya sepanjang zaman, setegar jiwa. Menghapalnya dalam kesulitan dan kemudahan. 
Hafidzah itu proyek hidup!

Kala muda kala tua. Tak pandang usia, terpenting kau memulai, menjaga dan bersemangat bersamanya. Tak peduli kau jatuh, lupa, tertinggal.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s