Arab badui

Arab Baduwi Mendengar Al Quran Pertama Kali

====
Sepulang dari sebuah masjid, Al Ashma’i salah seorang ulama besar bertemu seorang arab baduwi. Arab baduwi dikenal tidak memiliki ilmu dan adab.
Arab baduwi mengucap salam dan Al Ashma’i menjawabnya.
Arab baduwi: “Dari suku mana anda?”
Al Ashma’i: “Dari suku Ashma’.”
Arab Baduwi: “Oh, kamu Al Ashma’i?”
Al Ashma’i: “Benar.”
Arab Baduwi: “Anda baru datang dari mana?”
Al Ashma’i: “Dari tempat yang dibacakan di dalamnya kalam (ucapan) Ar Rahman.”
Arab Baduwi: “Apakah Allah punya kalam yang dibaca oleh makhluk?”

(Sampai sebegitunya, Arab baduwi tidak tahu adanya Al Quran)
Al Ashma’i: “Benar.”
Arab Baduwi: “Bacakan untukku ucapan-Nya!”
Al Ashma’i membacakan surat Adz dzariyat hingga sampai ayat:

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

Dan di langit terdapat rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.
Arab Baduwi: “Benarkah seperti itu kalam Allah?”
Al Ashma’i: “Benar.”
Arab Baduwi itu kemudian menghunus pedangnya, menyembelih untanya, mengulitinya dan membagikannya kepada orang-orang yang lewat.
Al Ashma’i ikut membantu membagikan sambil terheran-heran. 
Arab baduwi pergi sambil terus membaca ayat tersebut.
Al Ashma’i merenung dan menghardik dirinya sendiri: “Kemana kau wahai Al Ashma’i yg sudah 30 tahun membaca Al Quran. Ini Arab Baduwi baru sekarang mendengar ayat…”
Setelah sekian lama, Al Ashma’i haji bersama Khalifah Harun Ar Rasyid.
“Al Ashma’i….Al Ashma’i…,” suara lirih memanggilnya.
Al Ashma’i menengok dan dijumpainya Arab Baduwi yang pernah ditemuinya itu.
Arab Baduwi: “Bacakan untukku ucapan Ar Rahman yang waktu itu.”
Al Ashma’i kembali membaca surat Adz Dzariyat.
Arab Baduwi: “Apakah Ar Rahman mempunyai ucapan lain?”
Al Ashma’i: “Iya.”
Arab Baduwi: “Bacakan untukku.”
Al Ashma’i melanjutkan ayat tersebut:
فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنطِقُونَ

Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.
Arab Baduwi langsung berkata:

“Siapa yang membuat Allah yang Maha Agung marah, sampai Dia harus bersumpah?”
Beberapa kali diucapkannya ayat itu dan Arab baduwi meninggal.
Bacalah ulang kalimat terakhir arab baduwi di atas. Pahamkah cara berpikirnya? 
Kalau tidak, maka pemahaman kita terhadap Al Quran lebih rendah dari Arab Baduwi yang baru pertama mendengar ayat…
Sudah sejak kapan kita membaca Al Quran…?
Sudahkah bisa menggerakkan akal dan hati kita?
Lebih rendah dari arab baduwi…???
Astaghfirullah….ampuni ya Robb…
#sapapagiBA

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s